SRIWULAN MENGASIHI INOVASI PUSKESMAS NGULANKULON (SAYANG SERIES 2)
Salah satu upaya dalam mencegah terjadinya beberapa masalah gizi adalah dengan pemberian ASI dan inisiasi menyusu dini IMD. Komitmen Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan komitmen global resolusi WHA 65.6. tahun 2012 terhadap perbaikan masalah gizi, yaitu meningkatkan cakupan ASI eksklusif pada enam bulan pertama sampai 50% di tahun 2024. Hasil kinerja Puskesmas Ngulankulon terkait ASI ekslusif dan IMD berdasarkan survey PHBS, SMD, PKP dari tahun-ketahun belum optimal dalam mencapai target.
berbagai faktor yang mempengaruhi kesuksesan praktek ASI eksklusif di masyarakat, diantaranya proses persalinan, kesehatan, pengetahuan ibu, serta dukungan lingkungan. Dari berbagai faktor tersebut Puskesmas Ngulankulon mengusulkan ide inovasi yang berawal dari “konseling ASI dan menyusui” sebagai alternatif keberhasilan praktek ASI eksklusif yang dikemas dalam inovasi SRIWULAN MENGASIHI. Pemilihan ide nama inovasi SRIWULAN MENGASIHI sendiri diambil dari nama jalan Puskesmas Ngulankulon yaitu Sriwulan. Kegiatan inovasi ini terdiri dari KASIH, SAYANG, KANGEN, RINDU dan CINTA. Akronim ini menggambarkan perasaan yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh seorang ibu, keluarga, dan tenaga kesehatan untuk mensukseskan ASI eksklusif dan IMD.
Penerima manfaat inovasi SRIWULAN MENGASIHI adalah ibu hamil dan ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Ngulankulon berjumlah lebih 200 orang. Selain itu Puskesmas Ngulankulon mendapatkan peningkatan kepercayaan masyarakat, terbukti dengan peningkatan jumlah pengunjung yang selaras dengan peningkatan pendapatan Puskesmas.
Dampak yang terjadi sesudah inovasi SRIWULAN MENGASIHI diantaranya: a. Peningkatan capaian ASI eksklusif yang dibuktikan dari hasil SMD dan PKP; b. Peningkatan jumlah ibu bersalin di Puskesmas Ngulankulon; c. Peningkatan pengikut sosial media Puskesmas Ngulankulon; d. Peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil serta ibu menyusui terkait ASI di wilayah kerja Puskesmas Ngulankulon; e. 100% ibu bersalin di Puskesmas Ngulankulon dilakukan IMD dan konseling menyusui.
Berikut Salah Satu Kegiatan Inovasi yaitu SAYANG (Sharing Menyusui dan ASI Puskesmas Ngulankulon)Sayang merupakan kegiatan yang dilakukan untuk berbagi ilmu terkait ASI, menyusui, dan IMD yang dilakukan secara online melalui beberapa media sosial (Zoom, Tiktok, Instagram) resmi Puskesmas Ngulankulon. Kegiatan ini dilakukan sebulan sekali dengan tema yang berbeda dan pastinya menarik. Kegiatan sharing ini berlangsung dengan durasi satu jam. Selain itu Puskesmas Ngulankulon juga membuat content di sosial media terkait ASI, menyusui, dan IMD. Manfaat kegiatan SAYANG ini adalah masyarakat dapat mengakses informasi secara mudah dan terjangkau, serta pastinya terpercaya.
Sayang ini dilakukan melalui media sosial Puskesmas Ngulankulon Secara Live masyarakat bisa melihat dari rumah, sayang ini akan membahas seputar ASI dan permasalahan yang sering di keluhkan oleh masyarakat
#inovasipuskesmasngulankulon #sriwulanmengasihi #asieklusif #bumil #gizikesehatan #bumilsehat #asiekslusif